Hal itu seiring dengan permintaan AS kepada China untuk merevaluasi mata uang yuan.
Permintaan pemerintah Amerika Serikat (AS) agar China merevaluasi mata uang yuan berpotensi meningkatkan nilai mata uang negara di kawasan Asia, termasuk Indonesia.
Namun, Head of Research ING Securities Timothy Condon khawatir hal itu akan mengakibatkan koreksi pada bursa saham Asia karena capital inflow yang
masuk ke pasar modal akan berkurang.
"Isu revaluasi yuan juga akan mempengaruhi pergerakan pasar modal. Hal itu
berpotensi mendorong penguatan mata uang Asia atas dolar termasuk Indonesia," kata dia dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu 14 April 2010.
Permintaan revaluasi yuan ini muncul terkait dengan kemungkinan China menguasai pasar ekspor global.
Dengan mempertimbangkan faktor di atas, Timothy yakin rupiah akan menguat ke level Rp 8.900 per dolar AS dalam beberapa bulan ke depan. "Level Rp 8.900 ini akan tetap bertahan sampai akhir tahun," ujar dia.
Tim mengatakan, Bank Indonesia (BI) tidak keberatan terhadap penguatan rupiah sepanjang tidak menguat sendirian. "Jika penguatan diikuti dengan ringgit Malaysia dan dolar Singapura, BI tidak akan khawatir," ujar dia.
Meski demikian, dia optimistis Bank Indonesia tidak akan membiarkan rupiah
menguat hingga Rp 8.500 per dolar AS.
"Saya perkirakan BI tetap mempertahankan nilai tukar rupiah guna melindungi ekspor," kata dia.
arinto.wibowo@vivanews.com
berpotensi mendorong penguatan mata uang Asia atas dolar termasuk Indonesia," kata dia dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu 14 April 2010.
Permintaan revaluasi yuan ini muncul terkait dengan kemungkinan China menguasai pasar ekspor global.
Dengan mempertimbangkan faktor di atas, Timothy yakin rupiah akan menguat ke level Rp 8.900 per dolar AS dalam beberapa bulan ke depan. "Level Rp 8.900 ini akan tetap bertahan sampai akhir tahun," ujar dia.
Tim mengatakan, Bank Indonesia (BI) tidak keberatan terhadap penguatan rupiah sepanjang tidak menguat sendirian. "Jika penguatan diikuti dengan ringgit Malaysia dan dolar Singapura, BI tidak akan khawatir," ujar dia.
Meski demikian, dia optimistis Bank Indonesia tidak akan membiarkan rupiah
menguat hingga Rp 8.500 per dolar AS.
"Saya perkirakan BI tetap mempertahankan nilai tukar rupiah guna melindungi ekspor," kata dia.
arinto.wibowo@vivanews.com
Get this widget [ Here ]







Comments :
0 komentar to “Rupiah Bisa 8.900/US$ Hingga Akhir Tahun”
Posting Komentar