NEW YORK, — Harga minyak mentah jatuh dari posisi tertinggi selama tujuh bulan, Rabu (3/6) waktu setempat, setelah cadangan minyak mentah Amerika secara mengejutkan melonjak yang mengindikasikan permintaan lebih lemah dari yang diperkirakan dan dollar AS berbalik naik (rebound).
Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juli merosot 2,43 dollar AS dari penutupan Selasa menjadi 66,12 dollar AS per barrel. Kontrak telah melonjak menjadi 69,05 dollar AS pada Selasa.
Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juli merosot 2,43 dollar AS dari penutupan Selasa menjadi 66,12 dollar AS per barrel. Kontrak telah melonjak menjadi 69,05 dollar AS pada Selasa.
Di London, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli jatuh 2,29 dollar AS menjadi 65,88 dollar AS.
Harga minyak merosot akibat dollar AS berbalik naik setelah jatuh ke posisi terendah baru dan cadangan minyak di Amerika Serikat, konsumen energi terbesar dunia, melonjak.
Departemen Energi AS (DoE), Rabu, mengumumkan, cadangan minyak mentah Amerika meningkat 2,9 juta barrel dalam pekan yang berakhir 29 Mei hingga mencapai 366 juta barrel. Sebelumnya sebagian besar analis memperkirakan, cadangan minyak mentah negeri pengonsumsi energi terbesar di dunia itu bakal turun 1,7 juta barrel.
"Terus memburuknya permintaan berlanjut membuat gambaran bearish (lesu) besar, menggarisbawahi bahwa kenaikan harga baru-baru ini tidak didukung oleh fundamental pasar," kata Antoine Halff, Wakil Kepala Riset Newedge.
"Impor yang rendah dalam beberapa pekan, seperti kami katakan beberapa pekan lalu, bukan akibat kurangnya minyak mentah, tapi lebih daripada akibat kilang penyulingan minyak tidak membeli karena stok mereka banyak," kata Hussein Allidina dari Morgan Stanley Research.
"Prospek untuk harga minyak mungkin hanya peralihan signifikan dari kodisi terburuk," kata Nic Brown dari Natixis, menganalisa level cadangan baru AS.
Brown mengatakan, bahwa level cadangan minyak AS dan China strtategis untuk dicermati.
Pekan ini, harga minyak telah mencapai puncak tertinggi tujuh bulan didukung oleh melemahnya mata uanga AS, yang membuat minyak yang dihargakan dalam dolar lebih murah untuk para pemegang mata uang kuat dan menstimulus permintaan serta mendorong harga naik.
Sementara itu, pasar juga dipengaruhi oleh laporan bahwa beberapa negara anggota OPEC tidak menaati kesepakatan pengurangan produksi. "Kami memperoleh beberapa laporan tentang produksi OPEC yang bergerak naik untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir," kata analis MF Global, John Kilduff, Selasa.
OPEC, yang memproduksi 40 persen dari minyak mentah dunia, memangkas target produksinya tiga kali pada akhir tahun lalu untuk menstabilkan harga, yang jatuh dari rekor tertinggi di atas 147 dollar AS pada Juli menjadi 32,40 dollar AS pada Desember.
sumber:
Kompas.com
Kompas.com
Get this widget [ Here ]








Comments :
0 komentar to “Melorot juga Harga Minyak Mentah”
Posting Komentar