
PANGKAL PINANG, — Andini, bayi yang masih berumur tujuh bulan di Kota Pangkalpinang, menelan sebuah peniti hingga menyangkut di tenggorokannnya dan terpaksa dirujuk ke RSCM Jakarta untuk dioperasi.
“Awalnya anak saya muntah darah dan badannya panas, kemudian saya bawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Setelah dilakukan pemeriksaan labor, ternyata ada sebuah peniti yang tersangkut di tenggorokan anak saya,” ujar Sari, orangtua bayi itu di Pangkalpinang, Senin (1/6).
Andini sempat dirawat selama beberapa hari di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, tetapi pihak rumah sakit tidak sanggup menanganinya karena peralatan terbatas dan terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Jakarta.
“Dokter melakukan ronsen terhadap tenggorokan anak saya untuk memastikan penyakitnya, ternyata memang benar ada sebuah peniti yang tertancap di tenggorokan,” ujar Sari.
Ia juga mengatakan, pihak rumah sakit tidak sanggup mengeluarkan peniti tersebut karena menancap di daging di tenggorokan bayi tersebut. Karena peralatan terbatas, diminta untuk segera dirujuk ke RS Sucipto Jakarta.
“Anak saya harus dirujuk ke Jakarta karena kata dokter harus dioperasi, untung ada Pak Alexi Yanuar, anggota DPRD Babel dari PBB, yang membantu pembiayaan. Kami keluarga miskin, tidak punya uang,” ujarnya.
Menurut Sari, anaknya tersebut menelan peniti yang dipasangkan di leher anaknya yang menurutnya untuk menangkal berbagai penyakit yang dapat menganggu kesehatan anaknya.
“Mungkin peniti itu lepas dari leher anak saya dan mengambilnya kemudian ditelan tanpa sepengetahuan saya,” ujarnya.
Kondisi fisik bayi tersebut mulai lemah, badannya mulai panas, dan orangtuanya khawatir terjadi infeksi di tenggorokan karena peniti tersebut tertancap kuat di tenggorokannya.(kompas/PK)







kasihan...sekarang gimana keadaannya?
Aduh, sumpe gue panas dingin baca dari awal ampe abis. Ekstrim amat tu bayi, niru limbad kali ya.. he..he